Minggu, 15 September 2019

MITOS atau FAKTA tentang SUNAT ???.


MITOS atau FAKTA tentang SUNAT ???.

1.   MITOS : Habis sunat anak tidak boleh makan ayam, telor dan sejenisnya, nanti gatal 
FAKTA : Itu mitos yg salah. Telur, ayam dan sejenisnya adalah sumber protein, malah membuat cepat sembuh. Rasa gatal mungkin terjadi karena luka yg sudah kering dan mau mengelupas. Jadi gatal adalah proses alami yg tidak perlu ditakutkan.
2.   MITOS : setelah sunat klem, anak akan gampang ngompol.
FAKTA : ini karena kebiasaan berkemih ketika sebelum ataupun sesudah sunat yang tidak tepat, dengan toilet training yang tepat, anak akan terbiasa dan tidak akan ngompol
3.     MITOS : sunat cauter bikin mandul
FAKTA : mandul itu terjadi akibat tidak terbentuk atau kondisi yang abnormal dari sperma. Sedangkan khitan tidak bersentuhan sama sekali dengan testis untuk memproduksi sperma. Sehingga khitan cauter tidak menyebabkan kemandulan
4. MITOS: tidak boleh lari lari selama 3 hari sebelum sunat agar tidak keluar banyak darah
FAKTA : Salah satu pemicu Keluarnya banyak darah adalah karena anak terlalu tegang sehingga detak jantung yang meningkat
5.   MITOS : Kalau mau khitan Jangan umur masih kecil nanti tumbuh kembangnya terganggu kecentet Kata orang Jawanya
FAKTA : tidak ada hubungan Antara sunat dengan tumbuh kembang anak anak akan besar dan tumbuh pada waktunya sendiri sesuai dengan perkembangannya masing-masing menurut umur contoh orang Arab khitan saat bayi kok ya gede-gede orangnya dan burungnya hahaha
6.  MITOS : sunat klamp beresiko kulup menutup lagi, sehingga dibutuhkan sunat ulang di kemudian hari
FAKTA : semua tehnik sunat, diniatkan hanya untuk sekali. Sehingga tidak perlu sunat ulang. Untuk itu kami berusaha untuk selalu meningkatkan keterampilan menyunat. Juga menghimbau masyarakat, agar menyunatkan ke praktisi yang kompeten
7.   MITOS :Sebelum sunat harus berendam dulu supaya tidak a lot
FAKTA : prosesi sunat pakai alat yg tajam dan steril. Di rendam maupun tidak direndam ya sama saja
8.      MITOS: Anak gemuk "burung"nya kecil
FAKTA : Anak gemuk tidak identik dg ukuran "burung" pasti kecil, pun sebaliknya. "Burung" kecil tidak hanya terjadi pada anak gemuk. Pada kebanyakan kasus anak gemuk, ukuran "burung" sebenarnya normal, hanya saja terlihat kecil krn tersembunyi di dalam bantalan lemak perut yg tebal. Sedang "burung" kecil itu tidak berkaitan dgn faktor kegemukan, namun ia disebabkan oleh faktor hormonal.
9.      MITOS : Setelah Disunat, Anak Tumbuh Besar
FAKTA : Usia anak dikhitan kebetulan bertepatan dengan masa pertumbuhan. Adalah hal yang wajar jika setelah dikhitan maka anak tumbuh besar.
10.  MITOS : Sunat supaya tidak mengompol lagi
FAKTA : sebenarnya tidak berkaitan antara sunat dengan berhenti mengompol. Tetapi, pasca sunat bisa menjadi ajang berlatih toilet training, karena malam2 anak tidur lebih waspada karena sensasi pasca khitan, sehingga saat ingin kencing, anak bisa bangun untuk kencing.
11.  MITOS : fenomena sunat jin
FAKTA : fenomena ini dikenal dalam dunia medis dengan istilah paraphimosis yaitu keadaan kulup mr.p yang tertarik ke belakang dan tidak dapat dikembalikan lagi sehingga mr.p terlihat seperti sudah disunat.
12.  MITOS : abis sunat ga boleh pake celana
FAKTA : ini hanya masalah psikologis, justru membantu mengurangi tingkat sensitivitas dan memudahkan perawatan. Kalau mau menunda, ya bisa pake celana sunat selama 3-7 hari.
13.  Mitos : Sunat yang paling baik adalah pagi hari biar tidak banyak darahnya
FAKTA : Dengan sunat modern, perdarahan selama dan setelah sunat sangat minimal Jadi waktu sunat kapanpun waktunya tidak berpengaruh.

Nah info itu dapat Ayah Bunda kepoin di....
- ✅ Alamat ; Jalan Ahmad Yani KM 40 Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat atau bisa ketik di google map  "Rumah Khitan Modern"
Call Center : 081255454988
WA teks. : 081255454988
Facebook ; Rumah Khitan Modern
Chanel Youtube ; Rumah Khitan Modern
Instagram ; Rumah Khitan Modern
- Jadikan Sunat Yang Cuma Sekali ini menjadikan moment yang menyenangkan bagi putra Ayah dan Bunda....
"SUNAT ITU TIDAK SAKIT , SUNAT ITU MENYENANGKAN"

Minggu, 01 Juli 2018

Apa itu metode Sunat Lem...??



Adalah suatu inovasi terbaru didunia khitan di Indonesia yang menggunakan cairan perekat khusus atau lebih ngetrennya dinamakan " Lem ", yang berguna untuk menutup luka khitan atau sebagai perekat luka khitan. Produk yang beredar dipasaran contohnya seperti Liquiband, Dermabond dll. Metode ini juga membantu menghasilkan hasil kosmetik yang bagus dan juga lebih ideal digunakan untuk pasien anak-anak yang notabene memiliki rasa takut terhadap jarum jahit serta tindakan lebih cepat, kuat dan akurat. keunggulan lain dari sunat lem ini bagi anak adalah diselesaikan pada satu kunjungan tanpa harus kontrol, Aman, tanpa dijahit , minim perdarahan dan tidak meninggalkan perangkat ( klamp maupun verban )
Inti dari semua tehnik sirkumsisi/ khitan prosedurnya ada 3 tahap yaitu memotong, hemostasis dan merekatkan luka, maka ada beberapa praktisi khitan yang mengkombinasikan beberapa metode khitan dengan lem ini seperti Go-lem (kombinasi Gomco dengan lem), K-bond(kombinasi Klamp dengan lem) dan juga kombinasi laser/cauter dengan lem
Menurut dr jaka suganda praktisi khitan nusantara dari Malang Jawa Timur yang telah mengembangkan metode Go-lem,bahwa sebenarnya gomco ini merupakan tehnik yang sudah lama sekali dengan bentuk instrumen dengan desain kecil,kuat serta dapat digunakan tanpa adanya asisten dan sekarang gomco hadir dengan kombinasi dengan menggunakan lem.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa sesungguhnya pasca pelepasan gomco ini luka sirkumsisi juga sudah lengket dan lem disini fungsinya dalah memperkuat perekatan luka pasca pemotongan dan lem yang dimaksud mengandung butyl dan octyl cyanoacrilate, sehingga memiliki keunggulan yang cepat membantu proses penutupan luka namun tetap flexsible. Keunggulan lain adalah lem ini juga mampu mencegah masuknya bakteri atau kuman kedalam luka sehingga mencegah terjadinya infeksi. Dan lem juga tidak menimbulkan rasa sakit saat menempel diluka sehingga lebih ramah terhadap anak - anak, daya rekat lem ini juga sangat kuat setara dengan kekuatan benang ukuran 0,4
Dengan adanya inovasi-inovasi terbaru dan terupdate diharapkan lebih memudahkan praktisi khitan dalam proses khitan dan juga anak-anak lebih berani dan tidak merasa phobia terhadap proses sunat, suntik, jarum jahit dll yang berhubungan dengan sunat. Kita kembalikan kepada orang tua untuk memilih dengan bijak terhadap tehnik-tehnik yang bervariasi ini yang sekiranya lebih cocok dengan buah hatinya.trims
Info dan Pendaftaran
Rumah Khitan Modern Pangkalan Bun
Alamat : Jalan Ahmad Yani Km 40. Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat, Kalteng
Dody Ari Wibowo 
WA 081255454988
Email : rumahkhitanmodern@gmail.com
Website : www.rumahkhitanmodern.blogspot.com



Rabu, 23 Mei 2018

Khitan dengan Anestesi Tanpa Jarum Suntik bagi yang phobia




Didalam dunia kedokteran, tindakan injeksi sudah bukan hal yang asing didengar, tindakan injeksi yang merupakan tindakan invasif terkadang bisa membuat pasien kurang nyaman, namun dengan seiring berkembangnya waktu bersamaan dengan meningkatnya harapan hidup yang nyaman dan berkualitas didunia maka kebanyakan orang memilih tindakan medis yang bersifat “minimally invasif” oleh karena itu dibutuhkan alat suntik tanpa jarum yang diharapkan bisa mengurangi masalah – masalah yang ada seperti :
Needle phobia ( ketakutan akan jarum suntik ), Expose of injection ( ada ketakutan tersendiri dari pasien dimana pasien merasa spuit injeksi dengan jarum yang pernah digunakan untuk pasien lain dan didaur ulang kemudian dipakai lagi sehingga pasien merasa dalam paparan infeksi ),Risk of accident ( kemungkinan tindakan injeksi yang dilakukan terjadi hal – hal yang tidak diharapkan ), Environment Problem ( pencemaran lingkungan dengan menggunakan disposible injection ) , Danger Of Lipodystropy ( Suntikan insulin dengan jarum yg beresiko menyebabkan Lipodystropy )
Sejak tahun 1936 dari beberapa negara maju berusaha mengembangkan tehnologi baru yang mampu memasukkan obat kedalam tubuh tanpa menggunakan jarum mulai dari yang sederhana dan dengan semakin bertambah tahun ditemukan perkembangan alat injeksi bebas jarum yang semakin komplek dan canggih. Hingga pada akhirnya pada tahun 1970-1999 dilakukan pengembangan sistem injeksi bebas jarum yang mudah pemakaiannya. Untuk negara indonesia produk spuit tanpa jarum suntik ini mulai beredar sejak tahun 1999 itupun masih langka karena terkendala harga yang relatif mahal. Saat ini teknologi needle-free injection terus berkembang dan banyak digunakan para praktisi kesehatan termasuk dokter gigi, dokter umum, dokter andrologi, dokter anak dan dokter kulit serta belakangan ini banyak dipergunakan oleh praktisi khitan untuk anastesinya .Teknologi suntikan tanpa jarum suntik, memanfaatkan energi pendorong yang kuat dari pegas, gas, atau elektromagnetik dengan tujuan mengantarkan preparat obat berbentuk cair menembus kulit. Berdasarkan energi yang dihasilkan pendorong, obat dapat dihantarkan hingga otot (intramuskular), subkutan dan kulit (intradermal), sesuai keinginan dokter
Dalam dunia Sirkumsisi belakangan ini menarik perhatian yang luar biasa di dunia barat. Bukti-bukti ilmiah akan manfaat sirkumsisi dari sisi medis secara jelas disampaikan seperti; mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih, mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual terutama pada laki-laki, mencegah terjadinya kanker penis dan mengurangi risiko kanker serviks pada perempuan (partner seksual) serta mencegah penularan infeksi Human Immunodeviciency Virus (HIV) dan Human Papilloma Virus (HPV).
Meski memiliki manfaat yang luar biasa, issue “nyeri” masih dijadikan momok menakutkan sekaligus penghalang dilakukannya sirkumsisi pada pria. Nyeri saat sirkumsisi pada pria dewasa umumnya disebabkan karena prosedur anastesi lokal yang sering tidak adekuat. Bahkan untuk menghindari rasa nyeri ini di Amerika Serikat tindakan sirkumsisi dewasa, banyak dilakukan melalui prosedur anastesi umum, ini tentunya menyebabkan pembiayaan yang lebih tinggi pada tindakan sirkumsisi.
Pada tahun 2009, Yifeng peng dan kawan-kawan mencoba meneliti efektifitas needle-free injection dalam prosedur anastesi sirkumsisi, di China. Penelitiannya ini dilakukan antara bulan Juni – September 2009, dan telah di publikasikan di Journal of Urology September 2010, dengan melibatkan 60 pria dewasa. Pada semua partisipan dilakukan prosedur menggunakan 0,05% klorheksidin, di sekitar penis, pinggang sebagian perut hingga paha. Lidocaine di aplikasikan pada alat dan dihantarkan dibeberapa lokasi penis, baik di pangkal maupun ujung dengan dosis 0,1 ml. Dalam penelitiannya ini untuk mencapai manfaat analgesia obat, hanya membutuhkan waktu 45 detik setelah injeksi diberikan. 85% partisipan merasa puas dengan teknologi needle-free injection ini, tanpa membutuhkan anastesi tambahan dalam menghilangkan nyeri saat sirkumsisi.
Injektor, menggunakan tenaga pegas yang dapat disesuaikan kekuatan penetrasi ke kulit sesuai kebutuhan. Menggunakan bantuan pompa injektor alat ini akan memberikan tekanan pada alat penyemprot yang berisi cairan anastesi. Obat anastesi akan lebih mudah diserap dan menyebar lebih baik menggunakan teknologi needle-free injection dibandingkan pengunaan jarum suntik konvensional. “Sehingga untuk waktu capai analgesia pasien sunat menjadi lebih cepat, tanpa menimbulkan cidera jaringan dan tanpa rasa sakit,” Dengan teknologi ini kenyamanan sunat baik pada anak atau dewasa juga menjadi lebih baik.
Teknologi needle-free injection yang beredar dikalangan praktisi khitan diindonesia banyak macamnya seperti : Comfort-In, Stabilizer-Thesera, RG Projector, Dermajet, Madajet dan ada juga kreatifitas anak bangsa yaitu ANS jet-1 yang tak kalah bagusnya dengan alat – alat needle-free injection lainnya dan yang masing masing alat mempunyai kekurangan dan kelebihan serta harga yang bervariasi. Semoga dengan adanya teknologi needle-free injection ini diharapkan anak2 bisa lebih berani untuk dikhitan. 
Info dan Pendaftaran
Rumah Khitan Modern Pangkalan Bun
Alamat : Jalan Ahmad Yani Km 40. Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat, Kalteng
Dody Ari Wibowo 
WA 081255454988
Email : rumahkhitanmodern@gmail.com
Website : www.rumahkhitanmodern.blogspot.com

Selasa, 26 September 2017

Khitan Behel...inovasi terbaru bagi khitan dewasa?



Khitan/Sunat dewasa adalah pilihan pembedahan untuk pria yang tidak melakukan sunat di masa kanak-kanak. Karena karakteristik penis dan prepusium yang berbeda dari anak-anak, menjadikan sunat dewasa sebagai prosedur yang rumit. Sunat merupakan proses pembedahan untuk membuang kulit penis. Kulit penis merupakan kulit yang ada pada kulup ( kepala ) penis. Banyak laki-laki yang masih enggan melakukan sunat karena sunat dianggap hanya sebuah budaya dari keyakinan tertentu. Padahal sunat memberikan manfaat yang luar biasa bagi laki-laki untuk menjaga kesehatan penisnya. Banyak dari laki-laki yang tidak menyadari akan manfaat sunat tersebut.
Perkembangan teknologi juga mempengaruhi perkembangan teknologi medis. Salah satunya adalah teknologi sunat atau khitan. Dahulu anda mungkin di sunat dengan menggunakan cara tradisional oleh tukang sunat. Saat ini sunat dikenal dengan berbagai metode yakni sunat konvensional, Sunat Cauter, Sunat Laser, Sunat klamp dan yang terbaru adalah Khitan Behel. Dan apa itu Khitan Behel.............Nama Alatnya adalah Disposable Circumcision Anastomat ini di dunia Medis terkenal dengan Teknik Stapler Tapi supaya mudah dikenal dan diingat oleh masyarakat, maka kami beri nama KHITAN/SUNAT BEHEL.. Iya BEHEL alias kawat gigi....Kenapa kok BEHEL? Karena hasil potongan dari alat ini sangat Rapi, Kokoh, dan Elegan seperti Behel.
Keunggulan dari Alat ini adalah mampu menggabungkan keunggulan dua metode sebelumnya yaitu Konvensional dan Klamp, dan menghilangkan kekurangan dari keduanya. Alat canggih ini dikembangkan di negeri China yang notabene memiliki angka kasus sirkumsisi/khitan jauh dibawah Indonesia. Tapi kok bisa ya? Salut deh buat negeri China. Semoga para ilmuwan Indonesia bisa lebih terpacu untuk mengembangkan alat yang lebih canggih lagi.
APA SIH KEUNGGULAN ALAT INI???
·         Pertama, DISPOSABLE...
Alat Khitan yang Disposable atau sekali pakai, kemungkinan untuk menularkan penyakit jauh lebih rendah daripada alat yang digunakan berkali-kali, sehingga lebih aman.
·         Kedua, PRAKTIS dan CANGGIH
Alat ini, dalam hitungan detik mampu memotong kulit dengan rapi kemudian memasang seal/ stapler/ behel secara melingkar yang berfungsi sama seperti jahitan yaitu untuk mencegah perdarahan ( hemostatic ) dan mendekatkan kulit luar dan kulit dalam sehingga cepat menyatu dan cepat sembuh tentunya. Kalau di kamar operasi proses ini membutuhkan waktu puluhan menit, maka dengan alat ini proses itu bisa dipersingkat menjadi beberapa menit saja, sehingga sangat efektif dan efisiensi waktu.
·         Ketiga, RAPI dan ESTETIS
Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu orientasi dalam ber-KHITAN adalah hasil yang sempurna, potongan yang rapi dan bentuk yang estetis. Karena hasil akhir ini akan dinikmati selama seumur hidup. Jangan sampai mengecewakan, karena yang kecewa bukan hanya si pasien saja, tapi pasangan hidupnya kelak juga bisa mengalami kekecewaan. Hehehe....
Pada teknik konvensional, hasil yang baik tergantung pada jam terbang dan kerapihan sang operator dalam memotong dan menjahit. Sementara jika menggunakan alat ini, kerapihan dan hasil yang optimal akan mudah untuk diraih
Inilah Metode yang ditunggu-tunggu, terutama oleh para Pria Dewasa yang ingin Khitan namun bimbang dengan metode apa yg paling efektif dan efisien. Untuk bayi dan anak pun metode ini bisa diaplikasikan dan merupakan salah satu metode yang paling tepat untuk sunat dewasa
Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:
  • Konsultasikan dahulu tentang metode apa yang bagus dan aman untuk khitan dewasa.
  • Beri tahu riwayat kesehatan Anda, apakah Anda memiliki alergi obat-obatan, atau jika Anda mengidap penyakit tertentu.
  • Mintalah saran mengenai aturan makan dan minum sebelum / sesudah khitan
"Tapi semua itu kembali lagi ke pasien. Mau menggunakan prosedur sunat yang mana”

Info dan Pendaftaran
Rumah Khitan Modern Pangkalan Bun
Alamat : Jalan Ahmad Yani Km 40. Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat, Kalteng
Dody Ari Wibowo 
WA 081255454988
Email : rumahkhitanmodern@gmail.com
Website : www.rumahkhitanmodern.blogspot.com

Selasa, 08 Agustus 2017

Haruskah si Kecil disunat segera setelah lahir?




Hal ini seringkali menjadi pertanyaan bahkan tidak jarang menjadi polemik dalam keluarga. Namun, bagi beberapa keluarga mungkin hal itu menjadi pilihan yang mudah berdasarkan agama, kepercayaan, budaya dan adat istiadat. 

Sunat pada bayi laki-laki yang baru lahir memungkinkan untuk dilakukan, tetapi membutuhkan prosedur yang lebih kompleks. Yuk, simak penjelasan berikut ini sebelum Bunda mengambil keputusan untuk menyunat Si Jagoan Kecil.

Sunat yaitu operasi pembuangan kulup atau kulit yang menutupi ujung penis. Sunat merupakan praktik yang umum dilakukan karena faktor agama maupun tradisi. Sementara dari segi medis, sunat dianggap memiliki manfaat, namun juga memiliki risiko terutama jika dilakukan pada bayi.

Khitan atau dalam bahasa medis dikenal sebagai sirkumsisi, dilakukan dengan memotong sebagian kulit yang menutupi alat kelamin pria. Namun dalam dunia kesehatan, memangkas sebagian kulit kelamin ini juga dianjurkan karena memiliki banyak manfaat.
Dokter spesialis bedah saraf Mahdian Nur Nasution ( Founder Mahdian Klemp / Owner Rumah Sunatan) mengatakan, "Seharusnya anak laki-laki disunat sebelum usianya 6 bulan.”
Mengapa bayi justru waktu ideal untuk disunat? Menurut dr. Mahdian, sunat sejak usia dini memiliki berbagai keunggulan. Pertama, pada bayi luka akan cepat sembuh dengan sendirinya. Hal ini karena pada usia tersebut bayi mengalami pertumbuhan dan peningkatan hormon secara cepat.
Keuntungan kedua adalah untuk menghindari trauma pada anak. dr.Mahdian menjelaskan sunat yang dilakukan pada anak usia SD biasanya meninggalkan trauma yang sulit dihilangkan hingga dewasa. Apalagi saat sunat terjadi pendarahan atau proses yang tidak berjalan sesuai keinginan. Sebaliknya, pada usia di bawah 6 bulan anak justru masih belum memiliki kesadaran.


Keuntungan ketiga mencegah masalah penis, terkadang kulup pada penis yang tidak disunat bisa menjadi sulit atau tidak memungkinkan untuk ditarik ke atas (phimosis). Kondisi ini bisa memicu peradangan pada kulup


Keuntungan keempat menurunkan resiko penyakit termasuk resiko terkena infeksi saluran kemih (ISK), infeksi menular seksual dan kanker penis. ISK pada laki-laki lebih umum terjadi pada mereka yang tidak disunat. Jika infeksi parah pada bayi tidak ditangani dengan tepat, dapat memicu masalah ginjal nantinya. Infeksi menular seksual dapat diturunkan risikonya dengan prosedur sunat, termasuk HIV. Namun, bukan berarti bisa bebas melakukan hubungan seks sembarangan. Perilaku seks yang aman dan sehat tetap diperlukan.

Secara umum, kanker penis jarang terjadi, namun kemungkinan terjadinya menjadi lebih besar pada penis yang tidak disunat. Selain itu, nantinya perempuan yang menjadi pasangan seksual dari laki-laki yang disunat lebih berkemungkinan untuk terhindar dari kanker serviks.

Keuntungan kelima pada anak dengan usia di bawah 6 bulan, biasanya juga masih belum bisa tengkurap. Hal ini justru akan menguntungkan karena alat kelaminnya tidak tergesek. Kendati demikian, sunat pada bayi sebaiknya dilakukan pada tenaga profesional yang memang sudah terbiasa melakukan sunat pada bayi.
dr Mahdian menuturkan perkembangan teknologi saat ini sudah membuat sunat sangat aman bahkan bagi bayi sekalipun. Salah satu teknik yang diunggulkan adalah teknik klem. “Dengan teknik ini tidak terjadi pendarahan dan tidak perlu dijahit. Anak-anak juga bisa langsung beraktivitas,”tuturnya.

Risiko Sunat yang Menyertai

Risiko sunat tergolong rendah. Tingkat komplikasi sunat sekitar 0,1-35%, dengan sebagian besar komplikasi melibatkan infeksi, perdarahan, dan gagalnya membuang kulit kulup yang cukup. Perdarahan dan infeksi ini bisa timbul dari iritasi akibat gesekan popok dan amonia dalam urine.

Komplikasi sunat yang lebih serius seperti:

  • Cedera pada penis. Misalnya fistula uretral, nekrosis penis, dan amputasi sebagian.Peradangan pada bukaan penis (meatitis) dan gangguan yang berkaitan dengan kemih, misalnya meatal stenosis.
  • Rasa nyeri saat ereksi ketika sudah dewasa. Hal ini disebabkan terlalu banyak kulit yang dipotong, namun jarang terjadi
  • Kemungkinan risiko yang berkaitan dengan masalah kulup. Misalnya kulup gagal sembuh dengan baik, dipotong terlalu pendek atau terlalu panjang, maupun kulup yang masih menempel di ujung penis hingga butuh bedah perbaikan.

Setelah mengetahui manfaat dan risikonya, bila kemudian Bunda memilih untuk menyunat bayi laki-laki, penting untuk memerhatikan beberapa hal.

Pastikan sunat dilakukan oleh seorang profesional yang berpengalaman. Di beberapa daerah, khususnya di kota-kota besar, sunat bisa dilakukan di rumah sakit oleh dokter bedah maupun dokter anak. Sementara itu dapat pula dilakukan sunat, baik oleh tenaga medis maupun tenaga non-medis yang terlatih.

Sunat pada bayi dianjurkan untuk dilakukan pada minggu-minggu pertama setelah lahir, biasanya antara hari pertama hingga kesepuluh. Bayi akan ditidurkan telentang dengan tangan dan kaki ditahan agar tidak bergerak. Setelah daerah penis dan sekitar dibersihkan, maka anastesi lokal akan diberikan di area tersebut. Kemudian, sebuah klem atau cincin khusus akan dipasang di ujung penis dan kulup dipotong.(tehnik klemp) bedanya dengan konvensional/tehnik elecric cauter adalah daerah yang telah dipotong akan ditutup dengan salep dan dibalut secara longgar menggunakan perban. Biasanya prosedur ini akan memakan waktu agak lama daripada dengan tehnik klem yg lebih simple dan cepat prosedurnya karena tanpa dilakukan penjahitan pada penis.


Tips perawatan pasca sunat/khitan
Prosedur sunat/khitan mungkin hanya sebentar akan tetapi proses penyembuhannya memerlukan waktu sekitar 7 – 10 hari. Selama proses penyembuhan, Ibu perlu :

·         Menjaganya tetap bersih dan kering
Ini merupakan hal utama proses penyembuhan; Ibu harus membersihkan area alat vital si Kecil, terutama sehabis buang air kecil atau buang air besar, dengan air hangat secara perlahan. Jangan menggunakan tisu basah untuk membersihkannya.

·         Gantilah kasa pembalut setidaknya 1 – 2 kali sehari atau bila basah

·         Seandainya memakai tehnik Klem tidak usah ganti kasa pembalut karena perawatannya lebih mudah karena Cuma menjaga kebersihan area genetalia yang diklem dan menjaga tetap bersih dan kering.

·         Klem akan dibuka hari ke 4 – hari ke 10

Segera bawa si kecil ke dokter bila:
• Terjadi perdarahan hebat / dengan tehnik konvensional biasa terjadi
• Demam (suhu tubuh ≥ 38°C)
• Luka mengeluarkan pus / nanah / tehnik klemp jarang terjadi

Ingatlah Bunda bahwa tidak ada yang salah atau benar dengan keputusan menyunat bayi laki-laki. Sebelum Ibu dan keluarga memutuskan perlu tidaknya si Kecil disunat ada baiknya Ibu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, apa sajakah keuntungan dan kerugian sunat / khitan, bagaimana prosedur operasinya, risiko apa sajakah yang mungkin terjadi dan seberapa seringkah risiko tersebut terjadi?